LAPORAN PRAKTIKUM
PSIKOLOGI EKSPERIMEN
1. Nama
Eksperimenter : Nelam Rosa
2. Nomor
Mahasiswa : 1300013211
3. Nama
Subjek : Nenik Santika
4. Jenis
Kelamin : Perempuan
5. Umur : 18 Tahun
6. Pendidikan : Mahasiswi Fakultas Ekonomi
7. Nama
Eksperimen : Transfer of
learning
8. Nomor
Eksperimen : IV
9. Tangga
Eksperimen : 1 Desember 2014
10. Waktu : 12.30 – 14.30 WIB
11. Tempat Eksperimen : Laboraturium Psikologi Fakultas Psikologi
Universitas Ahmad Dahlan
I.
PROBLEM
Apa yang kita
pelajari sebelumnya akan mempengaruhi belajar kita sekarang. Transfer of learning terjadi ketika
pengetahuan atau ketrampilan pada suatu tugas ditransfer pada tugas yang baru. Bagaimana suatu tugas dapat
mempengaruhi tugas yang lain. Bagaimana perbedaan hasil belajar, yang
sebelumnya diberi tugas memasukkan bola dengan tugas menghafalkan pasangan
kata.
II.
DASAR TEORI
Istilah Transfer belajar berasal dari bahasa
Inggris “transfer of learning” yang berarti pemindahan
atau pengalihan hasil belajar dari mata pelajaran yang satu ke
mata pelajaran yang lain atau dari kehidupan
sehari-hari diluar lingkungan sekolah. Adanya pemindahan atau pengalihan ini
menunjukkan bahwa ada hasil belajar yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari
maupun dalam memahami materi pelajaran yang lain. Hasil belajar yang diperoleh
dan dapat dipindahkan tersebut, dapat berupa pengetahuan
(informasi verbal), kemahiran intelektual, keterampilan motorik atau afektif dan
lain-lain. Bila hasil belajar (pengetahuan) yang terdahulu memperlancar atau
membantu proses belajar yang kemudian maka dikatakan telah terjadi transfer belajar yang
disebut transfer positif. Misalnya materi pelajaran biologi memudahkan siswa
untuk memahami dan mempelajari materi geografi. Sebaliknya bila
pengetahuan atau pengalaman yang diperoleh lebih dahulu mempersulit proses
belajar yang kemudian maka dikatakan telah terjadi transfer belajar negatif.
Sehubungan dengan pentingnya transfer belajar maka
guru dalam proses pembelajaran harus membekali pelajar dengan
kemampuan-kemampuan yang nantinya akan bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.
Oleh karenanya perlu diciptakan kondisi yang memungkinkan transfer belajar
positip dapat terjadi.
Berikut merupakan teori- teori dari transfer of learning
antaa lain yaitu:
1.
Teori Generalisai
Menurut teori ini transfer belajar lebih berkaitan
dengan kemampuan seseorang untuk menangkap struktur pokok, pola dan prinsip
umum. Bila seorang siswa mampu menangkap konsep, kaidah dan prinsip untuk
memecahkan persoalan maka siswa itu mempunyai bekal yang dapat ditransferkan ke
bidang-bidang lain diluar bidang studi dimana konsep, kaidah dan prinsip itu
mula-mula diperoleh. Maka siswa itu dikatakan mampu mengadakan “generalisasi”
yaitu mampu menangkap ciri-ciri atau sifat-sifat umum yang terdapat dalam
sejumlah hal yang khusus. Generalisasi semacam itu sudah terjadi bila siswa
membentuk konsep, kaidah, prinsip dan siasat-siasat pemecahan problem. Jadi
kesamaan antara dua bidang studi tersebut tidak terdapat dalam
unsur-unsur khusus melainkan dalam pola, dalam struktur dasar dan dalam
prinsip.
2.
Teori elemen identik
Pandangan ini dipelapori oleh Edwar Thorndike yang
mengatakan bahwa transfer belajar dari satu bidang studi ke bidang studi yang
lain atau dari pengalaman hidup sehari-hari terjadi berdasarakan adanya unsur-unsur
yang sama (identik) dalam kedua bidang studi itu. Makin banyak unsur yang sama
maka akan semakin besar terjadinya transfer belajar. Dengan kata lain
terjadinya transfer belajar sangat tergantung dari banyak sedikitnya kesamaan
unsur-unsur. Menurut teori ini hakekat transfer belajar
adalah pengalihan dari penguasaan suatu unsur tertentu pada bidang studi yang
lain, makin banyak adanya unsur-unsur yang sama akan semakin besar terjadinya
transfer belajar positip.
Sementara itu Gagne seorang ahli psikologi
pendidikan mengatakan bahwa transfer dapat digolongkan dalam empat kategori
yaitu:
1. Transfer
Positif
Transfer yang berefek lebih baik
terhadap kegiatan belajar selanjutnya, Transfer positif yakni belajar dalam
situasi yang dapat membantu belajar dalam situasi-situasi lain. Memperoleh keuntungan berarti
bahwa pemindahan atau pengalihan hasil belajar itu berperan positif, yaitu
mempermudah dan menolong dalam menghadapi tugas belajar yang lain dalam rangka
kurikul di sekolah atau dalam mengatur kehidupan sehari-hari, transfer belajar demikian
disebut transfer positif. Dapat terjadi dalam diri seseorang apabila guru
membantu si belajar untuk belajar dalam situasi tertentu dan akan memudahkan
siswa untuk belajar dalam situasi-situasi lainnya. Transfer positif mempunyai
pengaruh yang baik bagi siswa untuk mempelajari materi yang lain.
2. Transfer
Negatif
Transfer
yang berefek buruk terhadap kegiatan belajar selanjutnya . Transfer negatif
dapat dialami seorang siswa apabila ia belajar dalam situasi tertentu yang
memiliki pengaruh merusak atau mengalami hambatan terhadap keterampilan atau pengetahuan
yang dipelajari. “Mengalami hambatan” berarti bahwa pemindahan atau pengalohan
hasil belajar itu berperan negatif, yaitu mempersukar dan mempersulit dalam
menghadapi tugas belajar yang lain dalam rangka kurikulum sekolah atau dalam mengatur
kehidupan sehari-hari, transfer belajar yang demikian disebut transfer
belajar negatif. Dialami seseorang apabila si belajar dalam situasi tertentu
memiliki pengaruh merusak terhadap ketrampilan atau pengetahuan yang dipelajari dalam
situasi yang lain. Sehubungan dengan ini guru berupaya untuk menyadari dan
menghindarkan siswa-siswanya dari situasi belajar tertentu yang dapat
berpengaruh negatif terhadap kegiatan belajar dimasa depan.
3. Transfer Vertikal (tegak lurus)
Transfer
yang berefek baik terhadap kegiatan belajar atau pengetahuan yang lebih tinggi.
Transfer vertikal (tegak lurus) dapat terjadi dalam diri seorang siswa apabila
pelajaran yang telah dipelajari dalam situasi tertentu membantu siswa tersebut
dalam menguasai pengetahuan atau keterampilan yang lebih tinggi atau rumit. Terjadi dalam
diri seseorang apabila pelajaran yang telah dipelajari dalam situasi tertentu
membantu siswa tersebut. dalam menguasai pengetahuan atau ketrampilan yang lebih
tinggi atau rumit. Misalnya dengan menguasai materi tentang pembagian atau
perkalian maka siswa akan lebih mudah mempelajari materi tentang pangkat. Agar
memperoleh transfer vertikal ini guru dianjurkan untuk menjelaskan kepada siswa
secara eksplisit mengenai manfaat materi yang diajarkan dan hubungannya dengan
materi yang lain. Dengan mengetahui manfaat dari materi yang akan dipelajari
dengan materi lain yang akan dipelajari dikelas yang lebih tinggi diharapkan ia
akan mengikuti pelajaran ini dengan lebih serius.
4. Transfer Lateral (ke arah samping)
Transfer lateral (ke arah samping) terjadi pada siswa bila
ia mampu menggunakan materi yang telah dipelajari untuk mempelajari materi yang
memiliki tingkat kesulitan yang sama dalam situasi lain. Dalam hal ini
perubahan waktu dan tempat tidak mempengaruhi mutu hasil belajar siswa.
Misalnya siswa telah mempelajari materi tentang tambahan, dengan menguasai
materi tambahan maka siswa akan lebih mudah mempelajari materi yang lebih tinggi
tingkat kesilitannya misalnya materi tentang pembagian. Contoh lainnya seorang
siswa STM telah mempelajari tentang mesin, maka ia akan dengan mudah
mempelajari teknologi mesin lain yang memiliki elemen dan tingkat kerumitan
yang hampir sama.
Dengan demikian transfer of learning adalah kesanggupan
seseorang untuk menggunakan suatu kecakapan, pengertian, prinsip- prinsip dan
lain- lain yang diperoleh ke dalam situasi baru.
Adapun faktor-faktor yang berperan dalam
transfer belajar, yakni sebagai berikut:
1. Proses belajar.
2. Hasil belajar.
3. Bahan atau materi
bidang-bidang studi.
4. Faktor-faktor subyektifitas dipihak siswa.
5. Sikap dan usaha guru.
III.
HIPOTESIS
Ada pengaruh terjadinya tranfers of learning dalam
menyelesaikan tugas.
IV.
DESAIN EKSPERIMEN
Desain eksperimen
yang digunakan adalah two independent
group design yaitu desain eksperimen yang memberikan
penugasan yang berbeda pada dua kelompok eksperimen.
V.
PROSEDUR
A. Material
1.
Bola
tenis
2.
Keranjang
3.
Daftar
pasangan kata (lampiran 4)
4.
Lembar
observasi (lampiran 3)
B. Prosedur Pelaksanaan
1.
Seluruh
eksperimentee diminta untuk memasuki ruangan, eksperimentee diiundi dibagi
menjadi dua kelompok secara random.
2.
Kelompok
1 diminta melempar bola ke dalam keranjang dengan jarak 3 meter dari keranjang
secara bergiliran. Hanya mereka yang lemparannya masuk kedalam keranjang yang
diberi skor. Skor diberikan termasuk pada mereka yyang dapat memasukkan bola ke
dalam keranjang tapi keluar lagi.
3.
Masing-
masing eksperimentee melakukan 10 lemparan bola. Untuk lima lemparan bola
pertama (seri A), subjek harus langsung melempar bola ke dalam keranjang tanpa
memantul di lantai dulu. Kalau bola memantul terlebih dahulu tidak mendapat
skor. Untul lemparan ke 6 sampai 10 (seri B), masing- masing eksperimentee
harus melempar bola ke dalam keranjang, dengan memantulkan bola sekali dan bola
masuk ke dalam keranjang.
4.
Eksperimentee
dari kelompok 2 dipersilahkan keluar ruangan. Eksperimentee diminta untuk
menghafalkan daftar pasangan kata.
5.
Etika
semua eksperimentee kelompok 1 selesai dengan tugasnya, kelompok 2 diminta
memasuki ruangan. Eksperimentee kelompok 2 diminta melempar bola ke dalam
keranjang dengan memantulkan bola sekali dan bola masuk ke dalam keranjang
(seri B), sebanyak 5 lemparan.
VI.
PENCATATAN HASIL
1.
Eksperimentee mengamati dan
mencatat jumlah lemparan yang masuk dari masing- masing eksperimentee.
2.
Eksperimenter
bersama- sama dalam satu kelompok mengumpulkan catatan waktu hasil
eksperimentee dari seluruh eksperimentee.
3.
Pencatatan
Hasil Kelompok mengikuti table berikut:
Kelompok 1
|
Kelompok 2
|
eksperimentee
|
Jumlah lemparan
yang masuk
|
eksperimentee
|
Jumlah lemparan
yang masuk
|
Seri A
|
Seri B
|
Seri B
|
Anggi
|
1
|
0
|
Arum
|
0
|
Puji
|
0
|
0
|
Tata
|
0
|
Rika
|
0
|
1
|
Nenik
|
1
|
Annisa
|
1
|
0
|
Vita
|
0
|
Dimas
|
0
|
1
|
Novita
|
1
|
Elmi
|
1
|
2
|
Gina
|
1
|
Total
|
3
|
4
|
Total
|
3
|
VII.
ANALISIS HASIL
Test
Statisticsb
|
Skor
|
Mann-whitney U
Wilcoxon W
Z
Asymp. Sig. (2-tailed)
Exact sig.[2⃰ (1-tailed sig.)]
|
16.500
37.500
-.267
.789
.818a
|
a. Not
corrected for ties
b. Grooping
variabel: Kelompok
Pada eksperimen ini, metode analisa data yang digunakan
adalah dengan Mann-Whitney Test.
Alasan menggunakan Mann-Whitney Test karena
Mann-Whitney Test merupakan sebuah
metode yang dipakai untuk menguji signifikansi perbedaan antara 2 populasi,
dengan menggunakan sampel random yang ditarik dari populasi yang sama. Test ini
juga berfungsi sebagai alternative penggunaan uji t bilamana persyaratan-persyaratan
parametriknya tidak terpenuhi, dan bila datanya berskala ordinal.
Berdasarkan hasil analisa data yang dilakukan dengan Mann-Whitney Test yang menggunakan
software SPSS, maka diperoleh hasil P=0,789. Artinya P(0,789) > 0,05 = Tidak
Signifikan, yang berarti bahwa tidak ada pengaruh perbedaan yang signifikan
antara hasil belajar pada subjek yang diberi tugas menghafal pasangan kata
dengan subjek yang diberi tugas memasukkan bola ke dalam keranjang (terlampir).
VIII. DISKUSI
Dalam
eksperimen ini, terdapat 2 kelompok. Kelompok 1 diberi tugas untuk melempar
bola ke dalam keranjang sebanyak 10 kali dengan pembagian 5 kali lemparan tanpa
dipantulkan dan 5 kali lemparan selanjutnya dengan pantulan terlebih dahulu.
Kelompok 2 diberi tugas untuk menghafal pasangan kata terlebih dahulu lalu melempar
bola ke dalam keranjang.
Berdasarkan
hasil analisa data yang dilakukan dengan Mann-Whitney
Test dalam eksperimen ini, maka diperoleh nilai P=0,789. Artinya P (0,789)
> 0,05 = Tidak Signifikan. Hal ini disebabkan oleh faktor-faktor yang
berperan pada transfer of learning,
seperti:
1. Proses
belajar; baru dapat diharapkan terjadi setelah siswa mengolah materi pelajaran
dengan sungguh-sungguh, yaitu dalam rangka fase yang ketiga. Keberhasilan dalam
pengolahan itu sendiri pun bergantung pada kesungguhan motivasi belajar (fase
pertama) dan kadar konsentrasi terhadap unsur-unsur yang relevan (fase ketiga).
2. Hasil
belajar; ada aneka hasil belajar yang bersifat lebih terbatas dan, karena itu,
kemungkinan untuk mengalihkannya ke bidang studi yang lain lebih terbatas,
seperti informasi verbal dan keterampilan motorik.
3. Bahan
atau materi dalam bidang studi,metode atau prosedur kerja yang diikuti dan
sikap yang dibutuhkan dalam bidang studi: transfer belajar
mengandaikan adanya kesamaan, maka kesamaan daerah antara daerah/bidang studi
atau antara bidang studi dan kehidupan sehari-hari itu, secara nyata harus ada,
entah menyangkut materi, metode, prosedur kerja atau sikap.
4. Faktor-faktor
subyektif di pihak siswa; sebagaimana fungsi psikis kognitif, konatif dan
afektif berperanan pula dalam mengadakan transfer belajar, yang sebenarnya
berkaitan erat sekali dengan proses belajar itu sendiri.
5. Sikap
dan usaha guru; proses belajar di sekolah berlangsung dalam interaksi dengan
tenaga kependidikan yang mengajar, yang berlangsung dalam kelas adalah proses
belajar mengajar. Apakah siswa berhasil dalam mengadakan transfer belajar, bila hal itu dimungkinkan,
tergantung juga dari kesadaran dan usaha guru untuk mendampingi siswa dalam
mengadakan transfer belajar.
Dapat dijelaskan lebih lanjut
bahwa tingkat kemampuan individu dalam memecahkan masalah menggunakan hal-hal
yang sudah dipelajarinya, contoh dalam eksperimen kali ini yaitu melempar bola
ke dalam keranjang, subjek pada kelompok satu yang terlebih dahulu diberikan
tugas yang sejenis pada kesempatan kedua dengan tugas yang sedikit berbeda
instruksinya memperoleh skor yang lebih besar. Hal ini mungkin disebabkan
karena adanya motivasi dan usaha yang jauh lebih besar yang dilakukan oleh
kelompok 2 sehingga hasil yang diperoleh jauh lebih besar dibandingkan dengan
skor yang diperoleh oleh kelompok 1.
IX. KESIMPULAN
Berdasarkan
hasil analisis data dengan Mann Whitney
Test, maka diperoleh nilai dengan P=0,789. Artinya P (0,789) > 0,05 =
Tidak Signifikan, yang berarti bahwa tidak ada pengaruh perbedaan yang
signifikan antara hasil belajar pada subjek yang diberi tugas menghafal
pasangan kata dengan subjek yang diberi tugas memasukkan bola ke dalam
keranjang. Maka hipotesis yang menyatakan bahwa ada pengaruh perbedaan hasil
belajar pada subjek yang diberi tugas menghafal pasangan kata dengan subjek
yang diberi tugas memasukkan bola ke dalam keranjang tidak diterima.
X.
OBSERVASI DALAM
EKSPERIMEN
Eksperimentee: Nenik Santika
Pada saat percobaan dimulai
eksperimentee terlihat bingung dan tegang. Hal tersebut terlihat dari raut
wajahnya yang kelihatan kaku dan sesekali tersenyum malu. Namun ketika eksperimentee dapat memasukan
bola kedalam keranjang eksperimentee terlihat sangat senang sekali.
XI. KEGUNAAN SEHARI-HARI
1. Transfer of learning digunakan oleh para siswa untuk
menemukan cara belajar yang paling sesuai dengan dirinya sehingga siswa mampu
memperoleh hasil belajar yang jauh lebih maksimal.
2. Digunakan oleh
guru untuk menyampaikan materi pelajaran yang dianggap membosankan seperti
sejarah sehingga guru akan dapat menyampaikan pelajaran tersebut jauh lebih
baik dan mampu diserap oleh siswa dengan lebih maksimal pula.
3. Digunakan oleh
para mentor di lembaga pembelajaran untuk mencari cara yang mudah dan menarik
dalam mengajarkan materi pembelajaran yang dirasakan sulit oleh siswa seperti
matematika, fisika dan kimia.
Yogyakarta,
8 Desember 2014
Eksperimenter,
Nelam Rosa
Nilai :
Asisten : Ais Noor Hidayati
DAFTAR
PUSTAKA
Atkinson, Rl dan Richard. (2010). Pengantar Psikologi. Jakarta: Penerbit Airlangga.
Crain, Willam. (2014). Teori Perkembangan. Pustaka Pelajar: Yogyakarta
Walgito, Bimo. (2010). Pengantar Psikologi Umum. Yogyakarta: Andi Offset
Widiana, H. S & Kushartati, S.(2009). Petunjuk Praktikum Psikologi Eksperimen.
Yogyakarta: Laboraturium Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Ahmad Dahlan