Sabtu, 14 Maret 2015

persepsi



LAPORAN PRAKTIKUM
PSIKOLOGI EKSPERIMEN

1. Nama Eksperimenter  : Nelam Rosa
2. Nomor Mahasiswa      : 1300013211
3. Nama Subjek              : a. Nenik Santika
    b. Fira
4. Jenis Kelamin              : a. Perempuan
    b. Perempuan
5. Umur                           : a. 18 Tahun
    b. 17 Tahun
6. Pendidikan                  : a. Mahasiswa
    b. Mahasiswa
7. Nama Eksperimen      : Persepsi
8. Nomor Eksperimen     : V
9. Tangga Eksperimen    : 8 Desember 2014
10. Waktu                        : 12.30 – 14.30 WIB
11. Tempat Eksperimen  : Laboratorium Psikologi Fakultas Psikologi
                                           Universitas Ahmad Dahlan
                                                                                                    
I.          PROBLEM
                           Kebanyakan orang melihat suatu objek hanya melihat dari satu sisi saja tanpa tahu apa yang sebenarnya dan cenderung menginterpertasikan sesuatu dari apa yang banyak orang sukai atau sesuatu itu sudah familiar dilihat sehinggga banyak orang yang langsung memberikan pendapat yang cenderung sama dengan orang lain.

II.         DASAR TEORI
               Persepsi adalah suatu proses penggunaan pengetahuan yang telah dimiliki (yang disimpan didalam ingatan) untuk mendeteksi atau memperoleh dan menginterpretasi stimulus (rangsangan) yang diterimah oleh alat indra seperti mata, telingga dan hidung (Suharnan, 2011). Secara singkat dapat dikatakan bahwa persepsi merupakan suatu proses menginterpretasi atau menafsirkan informasi yang diperoleh melalui sistem alat indera manusia. Misalnya, pada waktu seseorang melihat sebuah gambar, membaca tulisan atau mendengarkan suara tertentu, ia akan melakukan interpretasi berdasarkan pengetahuan yang dimilikinya dan yang relevan dengan hal-hal itu.
                           Berdasarkan pehamahan tersebut, maka persepsi mencakup dua proses yang berlangsung secara serempak antara keterlibatan aspek-aspek dunia luar (stimulus-informasi) dengan dunia didalam diri seseorang (pengetahuan yang relevan dan telah disimpan didalam ingatan). Dua proses dalam persepsi itu diebut  bottom up atau driven processing (aspek stimulus), dan top down atau conceptually driven processing (aspek pengetahuan seseorang). Misalnya, oang yang baru pertama kali mengikuti tes psikologi akan menganggap tes psikologi itu sulit, namun bagi mereka yang sudah beberapa kali mengikuti tes itu akan menganggap tes psikologi tidak sulit.
                           Ada beberapa aspek didalam persepsi yang dianggap sangat relevan dengan kognisi manusia, yaitu:
1.   Pencatatan indera (sensory register)                 
              Pencatatan indera disebut juga ingatan sensori atau penyimpanan sensori. Pencatatan indera menangkap informasi dalam bentuk masih kasar, belum diproses sama sekali dan masih dalam prakategorik untuk waktu yang sangat pendek sesudah stimulus fisik dihadirkan (diterimah).
a.   Karakteristik Pencatatan Indera
               Ada tiga karekteristik pencatatan indera yang memungkinkan sistem melakukan fungsi penyimpanan rekaman secara optimal. (1) Informasi disimpan didalam bentuk masih kasar (veridical form) dan belum memiliki makna. Dengan begitu, seharusnya informasi dapat merefleksikan secara akurat apa yang telah yang telah terjadi pada reseptor indera. (2) Pencatatan indera memerlukan ukuran ruang yang cukup untuk menyimpan informasi yang ditangkap oleh reseptor. (3) Informasi yang masuk kedalam sistem pencatat indera berlangsung dalam waktu yang sangat singkat

b.   Jenis Ingatan Indera
                Ada dua jenis ingatan sensori atau indera yang sudah banyak dipelajari oleh para ahli psikologi, yaitu ingatan iconic dan ingatan echoic. Ingatan iconic merupakan sistem pencatatan indera terhadap informasi visual (gambar dan benda konkrit) melalui mata. Sedangkan ingatan echoic adalah sistem pencatatan yang beroperasi didalam pendengaran manusia. Stimulus yang diproses berupa suara yang masuk melalui indera telinga.
2.   Pengenalan pola
     Ingatan indera menyimpan informasi yang diterimah melalui sistem indera dalam bentuk masih kasar dan belum diproses sama sekali. sementara itu proses pengenalan pola (pottern recognition) merupakan tahap lanjutan setelah pencatatan indera. Pengenalan pola merupakan proses transformasi dan mengorganisasikan informasi yang masih kasar itu, sehingga memiliki makna atau arti tertentu. Dengan demikian, pengenalan pola merupakan peroses mengidentifikasi stimulus indera yang tersusun secara rumit.
                Teori-teori  pengenalan pola antara lain adalah template matching theory, prototype theory, distinctive feature theory, template matching dan gestalt theory. Masing-masing teori ini akan diuraikan secara singkat sebagai berikut:
a.   Template Matching Theory
                 Proses pengenalan pola terjadi dengan cara membandinkan dengan satu stimulus dengan seperangkap  pola khususyang telah disimpan di dalam ingatan jangka pajang. Setelah membadingkan dengan pola-pola khusus kemudian menetapkan mana pola yang paling dekat dengan objek stimulus yang ditangkap oleh alat indera.
b.   Prototype theory
    Menurut teori ini kita menyimpan prototipe (bentuk dasar) abstrak dan pola yang ideal di dalam ingatan. Ketika orang melihat suatu stimulus, kemudian ia membadingkannya dengan prototipe tertentu yang cocok.

c.   Distinctive-feature theory
Ciri-ciri khusus yang membedakan antara objek atau huruf yang satu dengan yang lainnya disebut distinctive feature. Jadi, misanya pengenalan pola huruf, maka orang menyimpan di dalam ingatannya mengenai daftar komponen pokok yang terdapat pada setiap huruf alfabet.
d.   Gestalt theory
                                    Menurut teori Gestalt secara alamiah manuia memiliki kecenderungan-kecenderungan tertentu dan melakukan penyederhanaan struktur di dalam mengorganisasikan objek-objek persepsual. Dengan demikian, sejumlah stimulus dari lingkungan cendurung diklaksifikasikan menjadi pola-pola tarsebut dengan cara-cara yang sama oleh kebanyakan orang.
3.   Perhatian
Pemusatan pikiran terhadap suatu objek dan pada saat yang sama seseorang pengabaikan objek-objek yang lain. Dengan kata lain perhatian melibatkan proses seleksi terhadap beberapa objek yang hadir pada saat itu, kemudian pada saat yang bersamaan pula seseorang memilih hanya satu objek, sementara objek-objek lain diabaikan.
Faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi antara lain sebagai berikut:
1.   Familiaritas
  Objek-objek yang sudah dikenal akrab akan lebih mudah dipersepsi dari pda objek-objek yang baru atau masih asing.
2.   Ukuran
Objek-objek yang ditampilkan dengan ukuran besar akan lebih mudah dipersepsi atau dikenali dari pada yang berukuran kecil.
3.   Intensitas
Objek-objek yang memiliki warna tajam atau mencolok akan lebih mudah dikenali dari pada obek-objek yang memiliki warna tipis atau kurang tajam.


4.    Gerak
Objek-objek yang bergerak cenderung lebih mudah dipersepsi dari pada objek-objek yang diam dan pasif.

III.        HIPOTESIS
                        Ada pengaruh merk produk terhadap persepsi seseorang.

IV.       DESAIN EKSPERIMEN
               Desain eksperimen yang digunakan adalah within subject dising/treatment by subject design yaitu,
                      R

Kelompok
Urutan 1
Urutan 2
Urutan 3
K1
XA Y
XB Y
XO Y
K2
XA Y
XO Y
XB Y
K3
XB Y
XO Y
XA Y
K4
XB Y
XA Y
XO Y
K5
XO B
XA Y
XB Y
K6
XO B
XB Y
XA Y
Keterangan:
R     : Random
K     : Kelompok
XA   : Perlakuan berupa minuman merk A
XB   : Perlakuan berupa minuman merk B
XO   : Perlakuan berupa minuman tanpa merk
Y      : Pengukuran

V.        PROSEDUR
a.    Material
1.    Air mineral
2.    Gelas plastik
3.    Lembar pencatatan hasil
4.    Lembar observasi ( lampiran 3)

b.    Prosedur pelaksanaan
1.    Seluruh ekperimentee diminta memasuki ruangan, eksperimentee bersama dengan asisten mengundi eksperimentee, dari seluruh eksperimentee siapa yang masuk kelompok 1, 2, 3, 4, 5, dan 6.
2.    Eksperimenter bersama-sama dengan asisten mengundi eksperimentee urutan tugas yang akan diberikan pada keenam kelompok eksperimentee. Urutan tugas terdiri atas enam macam, yaitu ABO, AOB, BOA, BAO, OAB, OBA. Penyusunan enam urutan tugas dimaksud sebagai counterbalancing, yaitu eknik untuk mengontrol eror yang diakibatkan oleh pengaruh urutan.
3.    Eksperimentee menjelaskan tujuan percobaan yaitu untuk survei terhadap jenis-jenis air mineral.
4.    Eksperimentee diminta duduk, kemudian eksperimenter memberikan tiga gelas berisi air mineral  dengan urutan sesuai hasil  penugasan secara random.
5.    Instruksi: dimeja saudara terdapat tiga gelas air mineral  dari beberapa merk. Tugas saudara adalah meminum satu persatu air yang ada dalam gelas tersebut, kemudian membuat katakan yang mana air mineral yang menurut saudara paling enak hingga yang paling tidak enak dengan skor 3, 2, 1. Berikan jeda waktu sesaat sebelum saudara berganti dari satu gelas kegelas yang lain.
6.    Eksperimentee diminta untuk memberikan penilaian terhadap tiga jenis iar mineral yang akan disajikan. Air mineral tersebut terdiri dari merk A, merk B, merk O (tanpa merek). Nilai bergerak dari angka 1 hingga 3. Angka 3 untuk minuman yang dianggap paling enak dan anggka 1 untuk yang paling dirasa kurang enak.
7.    Eksperimentee dipersilakan meninggalkan ruangan.






VI.       PENCATATAN HASIL
Pencatatan hasil kelompok mengikuti tabel berikut:
Eksperimentee
Merk-A
Merk-B
Merk-C
Urutan tugas
Puji
1
2
3
ABO
Elmi
3
1
2
BOA
Rani
3
2
1
BOA
Lika
3
2
1
OBA
Anung
3
2
1
AOB
Anggi
3
1
2
AOB
Rika
3
2
1
BAO
Salsabila
1
2
3
ABO
Arum
1
2
3
AOB
Nana
3
2
1
BOA
Santi
2
1
3
BOA
Omil
3
2
1
OAB
Nenik
2
1
3
ABO
Fira
3
2
1
OBA
Irma
1
2
3
AOB
Muliani
2
3
1
OBA
Yasmin
3
2
1
AOB
Anin
2
1
3
OAB
Novita
1
3
2
BOA
Vita
3
1
2
OBA
Oka
2
1
3
ABO
Dimas
2
3
1
BAO
Andri
2
3
1
BOA
Citra
3
2
1
BAO
Total
55
45
44
-




VII.      ANALISIS HASIL
                        Pada eksperimen ini, metode yang digunakan adalah dengan Friedman test alasannya karena untuk menguji perbedaan dari tiga variabel yang berbeda sehingga dapat dengan mudah untuk merengking dan hasil yang didapat, bahwa air merk-A (air Aqua) lebih disukai dibangdingkan air merk-B (air Pelanggi) dan merk-O (tanpa merk) yang bedasarkan hasil analisa dari tabel dibawah ini.
Ranks

Mean Rank
MerkA
2.29
MerkB
1.96
MerkO
1.75

          Test Statisticsa
N
24
Chi-Square
3.583
Df
2
Asymp. Sig.
.167
a. Friedman Test
               Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan dengan Friedman test yang mengunakan sofware SPSS, maka diperoleh hasil P=0.167. Artinya P(0,167) > 0,05 = tidak signifikan, yang berarti bahwa tidak ada pengaruh merk produk terhadap persepsi seseorang.

VIII.    DISKUSI
Didalam eksperimen ini, eksperimentee dibagi menjadi 6 kelompok dengan urutan tugas yaitu ABO, AOB, BOA, BAO, OAB dan OBA. Urutan tugas ini dimaksudkan untuk mengontrol eror yang diakibatkan oleh pengaruh urutan. Eksperimentee dimintah untuk memberikan penilaiannya terhadap tiga jenis air mineral yang akan diberi skor yang bergerak dari angkab 1 hingga 3. Angka 3 untuk minuman yang dianggap paling enak dan angka 1 untuk yang paling dirasa kurang enak.
Berdasarkan hasil analisa data yang dilakukan dengan Friedman test diperoleh untuk hasil Rang nilai dari merk-A = 2.29, merk-B = 1.96 dan merk-O = 1,75 yang artinya air Aqua memperoleh nilai yang tinggi dibandingkan dengan air Pelanggi dan tanpa merk.
Namun berdasarkan nilai statistik diperoleh nilai P=0,167. Artinya P(0,167) > 0,05 = Tidak Signifikan. Hal ini disebabkan oleh faktor-faktor yang berperan pada persepsi, seperti:
1.   Familiaritas; objek-objek yang sudah dikenal akrab akan lebih mudah dipersepsi dari pada objek-objek yang baru atau masih asing dikarenakan orang cenderung dengan mudah menginterprestasi sesuatu yang dia sering lihat dan dalam faktor ini oang cenderung memberikan penilaian bahkan sebelum mencobanya atau menilainya.
2.    Ukuran; Objek-objek yang ditampilkan dengan ukuran besar akan lebih mudah dipersepsi atau dikenali dari pada yang berukuran kecil. Karena sebelum melakukan persepsi ada peroses indrawi diantaranya melihat sehingga objek yang besar akan muda terlihat sehingga orang dengan muda mempresepsikan objek tersebut.
3.    Intensitas;  Objek-objek yang memiliki warna tajam atau mencolok akan lebih mudah dikenali dari pada obek-objek yang memiliki warna tipis atau kurang tajam. Karena objek yang mencolok akan terlihat menonjol diatara yang objek yang lain yang berwarna tipis atau kurang mencolok
4.    Gerak; objek-objek yang bergerak cenderung lebih mudah dipersepsi dari pada objek yang diam dan pasif. Pada saat objek bergerak secara tidak langsung objek tersebut menunjukan ciri khasnya sehingga orang akan mudah mempresepsikanya contonya antara kelinci dan anak kangguru, kedua hewan ini akan sulit dipersepsi ketika dalam keadaan pasif tapi ketika keduanya aktif maka orang kan cenderung mudah untuk mempresepsikannya.
               Dapat dijelaskan lebih lanjut bahwa persepsi seseorang terhadap suatu merk itu dipengaruhi familiaritas objek tersebut, contohnya dalam eksperimen kali ini yaitu memberikan penilaian terhadap tiga jenis air mineral yang terdiri dari tiga merk dan kebanyakan subjek mengatakan bahwa merk-A lebih baik dari merk yang lainnya ini dikarenakan merk-A termasuk merek yang sudah familiar bagi subjek, walaupun tanpa merasakannya orang-orang akan cenderung dengan mudah mengatakan bahwa merk- A sangat enak dari pada merk yang lain.

IX.       KESIMPULAN
            Berdasarkan hasil analisa data yang dilakukan dengan Friedman test dalam eksperimen ini, maka diperoleh nilai P=0,167. Artinya P(0,167) > 0,05 = Tidak Signifikan, yang berarti bahwa tidak ada pengaruh perbedaan yang signifikan antara persepsi seseorang terhadap merk-A, merk-B dan merek-C. Maka hipotesis yang mengatakan bahwa ada pengaruh merk terhadap persepsi seseorang tidak diterima.


X.        OBSERVASI DALAM EKSPERIMEN
1.   Eksperimentee 1:  Nenik Santika
               Selama percobaan berlangsung eksperimentee terlihat senang dan ketika eksperimentee selesai meminum air mineralnya sesekali eksperimentee tersenyum sambil menatap kesamping tembok dan ketika ditanya air mana yang disukai, eksperimentee menyebutkan bahwa air merk-O lebih disukai dibangdingkan air merk lainnya.
2.   Eksperimentee 2:  Fira
               Selama percobaan berlangsung eksperimentee terlihat tegang, itu terlihat dari keseriusan eksperimentee mendegarkan instruksi dari eksperimenter dan sesekali eksperimentee tersenyum sipu dan ketika ditanya air merk mana yang paling disukai, eksperimentee menjawab air merk-B.

XI.       KEGUNAAN SEHARI-HARI
1.   Percobaan persepsi dapat digunakan ketika seseorang membeli kue coklat, orang yang suka coklat akan langsung mebeli kue coklat karena semua olahan coklat menurutnya semuanya pasti enak.
2.   Percobaan persepsi dapat digunakan pada saat kita kuliah, kita akan mengunakan persepsi kita untuk bertanya atau menjawab pertanyaan saat proses kuliah.
3.   Percobaan persepsi dapat digunakan pada saat cuaca mendung, kita akan mempresepsikan bahwa ketika cuaca mendung pertanda akan turun hujan.

                                                                                Yogyakarta, 8 desember 2014
                                                                                             Eksperimenter,


                                                                                     Nelam Rosa
Nilai      :
Asisten : Ais Noo Hidayati


















DAFTAR PUSTAKA

Atkinson, R, L & Atkinson. R. C. (2010). Pengantar Psikologi. Jakarta: Erlangga

Suharnan. (2011). Psikologi Kognitif. Surabaya: Srikandi.

Widiana, H. S & Kushartati, S. (2009). Petunjuk Praktikum Psikologi Eksperimen. Yogyakarta: Laboraturium Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Ahmad Dahlan.






                                                                             

Tidak ada komentar:

Posting Komentar