LAPORAN PRAKTIKUM
PSIKOLOGI EKSPERIMEN
1. Nama Eksperimenter :
Nelam Rosa
2. Nomor Mahasiswa :
1300013211
3. Nama Subjek :
a. Nenik Santika
b. Fira
4. Jenis Kelamin :
a. Perempuan
b. Perempuan
5. Umur :
a. 18 Tahun
b. 17 Tahun
6. Pendidikan :
a. Mahasiswa
b. Mahasiswa
7. Nama Eksperimen :
Persepsi
8. Nomor Eksperimen :
V
9. Tangga Eksperimen :
8
Desember 2014
10. Waktu :
12.30 – 14.30 WIB
11. Tempat Eksperimen : Laboratorium Psikologi Fakultas Psikologi
Universitas Ahmad Dahlan
I.
PROBLEM
Kebanyakan
orang melihat suatu objek hanya melihat dari satu sisi saja tanpa tahu apa yang
sebenarnya dan cenderung menginterpertasikan sesuatu dari apa yang banyak orang
sukai atau sesuatu itu sudah familiar dilihat sehinggga banyak orang yang
langsung memberikan pendapat yang cenderung sama dengan orang lain.
II.
DASAR TEORI
Persepsi adalah
suatu proses penggunaan pengetahuan yang telah dimiliki (yang disimpan didalam
ingatan) untuk mendeteksi atau memperoleh dan menginterpretasi stimulus
(rangsangan) yang diterimah oleh alat indra seperti mata, telingga dan hidung
(Suharnan, 2011). Secara singkat dapat dikatakan bahwa persepsi merupakan suatu
proses menginterpretasi atau menafsirkan informasi yang diperoleh melalui
sistem alat indera manusia. Misalnya, pada waktu seseorang melihat sebuah
gambar, membaca tulisan atau mendengarkan suara tertentu, ia akan melakukan
interpretasi berdasarkan pengetahuan yang dimilikinya dan yang relevan dengan
hal-hal itu.
Berdasarkan
pehamahan tersebut, maka persepsi mencakup dua proses yang berlangsung secara
serempak antara keterlibatan aspek-aspek dunia luar (stimulus-informasi) dengan
dunia didalam diri seseorang (pengetahuan yang relevan dan telah disimpan
didalam ingatan). Dua proses dalam persepsi itu diebut bottom up
atau driven processing (aspek
stimulus), dan top down atau conceptually driven processing (aspek
pengetahuan seseorang). Misalnya, oang yang baru pertama kali mengikuti tes
psikologi akan menganggap tes psikologi itu sulit, namun bagi mereka yang sudah
beberapa kali mengikuti tes itu akan menganggap tes psikologi tidak sulit.
Ada
beberapa aspek didalam persepsi yang dianggap sangat relevan dengan kognisi
manusia, yaitu:
1.
Pencatatan indera (sensory
register)
Pencatatan indera
disebut juga ingatan sensori atau penyimpanan sensori. Pencatatan indera
menangkap informasi dalam bentuk masih kasar, belum diproses sama sekali dan
masih dalam prakategorik untuk waktu yang sangat pendek sesudah stimulus fisik
dihadirkan (diterimah).
a.
Karakteristik Pencatatan Indera
Ada tiga karekteristik pencatatan indera yang
memungkinkan sistem melakukan fungsi penyimpanan rekaman secara optimal. (1)
Informasi disimpan didalam bentuk masih kasar (veridical form) dan belum memiliki makna. Dengan begitu,
seharusnya informasi dapat merefleksikan secara akurat apa yang telah yang
telah terjadi pada reseptor indera. (2) Pencatatan indera memerlukan ukuran
ruang yang cukup untuk menyimpan informasi yang ditangkap oleh reseptor. (3)
Informasi yang masuk kedalam sistem pencatat indera berlangsung dalam waktu
yang sangat singkat
b.
Jenis Ingatan Indera
Ada
dua jenis ingatan sensori atau indera yang sudah banyak dipelajari oleh para
ahli psikologi, yaitu ingatan iconic
dan ingatan echoic. Ingatan iconic merupakan sistem pencatatan
indera terhadap informasi visual (gambar dan benda konkrit) melalui mata.
Sedangkan ingatan echoic adalah sistem pencatatan yang beroperasi
didalam pendengaran manusia. Stimulus yang diproses berupa suara yang masuk
melalui indera telinga.
2.
Pengenalan pola
Ingatan indera menyimpan informasi yang
diterimah melalui sistem indera dalam bentuk masih kasar dan belum diproses
sama sekali. sementara itu proses pengenalan pola (pottern recognition) merupakan tahap lanjutan setelah pencatatan
indera. Pengenalan pola merupakan proses transformasi dan mengorganisasikan informasi
yang masih kasar itu, sehingga memiliki makna atau arti tertentu. Dengan
demikian, pengenalan pola merupakan peroses mengidentifikasi stimulus indera
yang tersusun secara rumit.
Teori-teori pengenalan pola antara lain adalah template matching theory, prototype theory,
distinctive feature theory, template matching dan gestalt theory. Masing-masing teori ini akan diuraikan secara
singkat sebagai berikut:
a. Template Matching Theory
Proses pengenalan pola terjadi dengan cara
membandinkan dengan satu stimulus dengan seperangkap pola khususyang telah disimpan di dalam
ingatan jangka pajang. Setelah membadingkan dengan pola-pola khusus kemudian
menetapkan mana pola yang paling dekat dengan objek stimulus yang ditangkap
oleh alat indera.
b.
Prototype theory
Menurut teori
ini kita menyimpan prototipe (bentuk dasar) abstrak dan pola yang ideal di
dalam ingatan. Ketika orang melihat suatu stimulus, kemudian ia membadingkannya
dengan prototipe tertentu yang cocok.
c. Distinctive-feature theory
Ciri-ciri khusus yang membedakan antara objek atau huruf yang satu dengan
yang lainnya disebut distinctive feature.
Jadi, misanya pengenalan pola huruf, maka orang menyimpan di dalam ingatannya
mengenai daftar komponen pokok yang terdapat pada setiap huruf alfabet.
d.
Gestalt theory
Menurut
teori Gestalt secara alamiah manuia memiliki kecenderungan-kecenderungan tertentu
dan melakukan penyederhanaan struktur di dalam mengorganisasikan objek-objek
persepsual. Dengan demikian, sejumlah stimulus dari lingkungan cendurung
diklaksifikasikan menjadi pola-pola tarsebut dengan cara-cara yang sama oleh
kebanyakan orang.
3.
Perhatian
Pemusatan pikiran
terhadap suatu objek dan pada saat yang sama seseorang pengabaikan objek-objek
yang lain. Dengan kata lain perhatian melibatkan proses seleksi terhadap
beberapa objek yang hadir pada saat itu, kemudian pada saat yang bersamaan pula
seseorang memilih hanya satu objek, sementara objek-objek lain diabaikan.
Faktor-faktor
yang mempengaruhi persepsi antara lain sebagai berikut:
1.
Familiaritas
Objek-objek yang sudah dikenal akrab akan
lebih mudah dipersepsi dari pda objek-objek yang baru atau masih asing.
2.
Ukuran
Objek-objek yang
ditampilkan dengan ukuran besar akan lebih mudah dipersepsi atau dikenali dari
pada yang berukuran kecil.
3.
Intensitas
Objek-objek yang memiliki warna tajam atau mencolok akan
lebih mudah dikenali dari pada obek-objek yang memiliki warna tipis atau kurang
tajam.
4.
Gerak
Objek-objek yang bergerak cenderung lebih mudah
dipersepsi dari pada objek-objek yang diam dan pasif.
III.
HIPOTESIS
Ada
pengaruh merk produk terhadap persepsi seseorang.
IV. DESAIN EKSPERIMEN
Desain
eksperimen yang digunakan adalah within
subject dising/treatment by subject design yaitu,
R
|
Kelompok
|
Urutan 1
|
Urutan 2
|
Urutan 3
|
K1
|
XA Y
|
XB Y
|
XO Y
|
|
K2
|
XA Y
|
XO Y
|
XB Y
|
|
K3
|
XB Y
|
XO Y
|
XA Y
|
|
K4
|
XB Y
|
XA Y
|
XO Y
|
|
K5
|
XO B
|
XA Y
|
XB Y
|
|
K6
|
XO B
|
XB Y
|
XA Y
|
Keterangan:
R : Random
K : Kelompok
XA : Perlakuan
berupa minuman merk A
XB : Perlakuan
berupa minuman merk B
XO : Perlakuan berupa minuman tanpa merk
Y : Pengukuran
V.
PROSEDUR
a.
Material
1.
Air mineral
2.
Gelas plastik
3.
Lembar pencatatan hasil
4.
Lembar observasi ( lampiran 3)
b.
Prosedur pelaksanaan
1.
Seluruh ekperimentee diminta memasuki ruangan,
eksperimentee bersama dengan asisten mengundi eksperimentee, dari seluruh
eksperimentee siapa yang masuk kelompok 1, 2, 3, 4, 5, dan 6.
2.
Eksperimenter bersama-sama dengan asisten mengundi
eksperimentee urutan tugas yang akan diberikan pada keenam kelompok
eksperimentee. Urutan tugas terdiri atas enam macam, yaitu ABO, AOB, BOA, BAO,
OAB, OBA. Penyusunan enam urutan tugas dimaksud sebagai counterbalancing, yaitu eknik untuk mengontrol eror yang diakibatkan
oleh pengaruh urutan.
3.
Eksperimentee menjelaskan tujuan percobaan yaitu untuk
survei terhadap jenis-jenis air mineral.
4.
Eksperimentee diminta duduk, kemudian eksperimenter
memberikan tiga gelas berisi air mineral
dengan urutan sesuai hasil penugasan
secara random.
5.
Instruksi: dimeja saudara terdapat tiga gelas air
mineral dari beberapa merk. Tugas
saudara adalah meminum satu persatu air yang ada dalam gelas tersebut, kemudian
membuat katakan yang mana air mineral yang menurut saudara paling enak hingga
yang paling tidak enak dengan skor 3, 2, 1. Berikan jeda waktu sesaat sebelum
saudara berganti dari satu gelas kegelas yang lain.
6.
Eksperimentee diminta untuk memberikan penilaian terhadap
tiga jenis iar mineral yang akan disajikan. Air mineral tersebut terdiri dari
merk A, merk B, merk O (tanpa merek). Nilai bergerak dari angka 1 hingga 3.
Angka 3 untuk minuman yang dianggap paling enak dan anggka 1 untuk yang paling
dirasa kurang enak.
7.
Eksperimentee dipersilakan meninggalkan ruangan.
VI. PENCATATAN HASIL
Pencatatan hasil kelompok mengikuti tabel berikut:
Eksperimentee
|
Merk-A
|
Merk-B
|
Merk-C
|
Urutan tugas
|
Puji
|
1
|
2
|
3
|
ABO
|
Elmi
|
3
|
1
|
2
|
BOA
|
Rani
|
3
|
2
|
1
|
BOA
|
Lika
|
3
|
2
|
1
|
OBA
|
Anung
|
3
|
2
|
1
|
AOB
|
Anggi
|
3
|
1
|
2
|
AOB
|
Rika
|
3
|
2
|
1
|
BAO
|
Salsabila
|
1
|
2
|
3
|
ABO
|
Arum
|
1
|
2
|
3
|
AOB
|
Nana
|
3
|
2
|
1
|
BOA
|
Santi
|
2
|
1
|
3
|
BOA
|
Omil
|
3
|
2
|
1
|
OAB
|
Nenik
|
2
|
1
|
3
|
ABO
|
Fira
|
3
|
2
|
1
|
OBA
|
Irma
|
1
|
2
|
3
|
AOB
|
Muliani
|
2
|
3
|
1
|
OBA
|
Yasmin
|
3
|
2
|
1
|
AOB
|
Anin
|
2
|
1
|
3
|
OAB
|
Novita
|
1
|
3
|
2
|
BOA
|
Vita
|
3
|
1
|
2
|
OBA
|
Oka
|
2
|
1
|
3
|
ABO
|
Dimas
|
2
|
3
|
1
|
BAO
|
Andri
|
2
|
3
|
1
|
BOA
|
Citra
|
3
|
2
|
1
|
BAO
|
Total
|
55
|
45
|
44
|
-
|
VII. ANALISIS HASIL
Pada
eksperimen ini, metode yang digunakan adalah dengan Friedman test alasannya karena untuk menguji perbedaan dari tiga
variabel yang berbeda sehingga dapat dengan mudah untuk merengking dan hasil
yang didapat, bahwa air merk-A (air Aqua) lebih disukai dibangdingkan air
merk-B (air Pelanggi) dan merk-O (tanpa merk) yang bedasarkan hasil analisa
dari tabel dibawah ini.
Ranks
|
|
Mean Rank
|
|
MerkA
|
2.29
|
MerkB
|
1.96
|
MerkO
|
1.75
|
Test Statisticsa
|
|
N
|
24
|
Chi-Square
|
3.583
|
Df
|
2
|
Asymp. Sig.
|
.167
|
a. Friedman Test
|
|
Berdasarkan hasil analisis data
yang dilakukan dengan Friedman test
yang mengunakan sofware SPSS, maka diperoleh hasil P=0.167. Artinya P(0,167)
> 0,05 = tidak signifikan, yang berarti bahwa tidak ada pengaruh merk produk
terhadap persepsi seseorang.
VIII. DISKUSI
Didalam
eksperimen ini, eksperimentee dibagi menjadi 6 kelompok dengan urutan tugas
yaitu ABO, AOB, BOA, BAO, OAB dan OBA. Urutan tugas ini dimaksudkan untuk
mengontrol eror yang diakibatkan oleh pengaruh urutan. Eksperimentee dimintah
untuk memberikan penilaiannya terhadap tiga jenis air mineral yang akan diberi
skor yang bergerak dari angkab 1 hingga 3. Angka 3 untuk minuman yang dianggap
paling enak dan angka 1 untuk yang paling dirasa kurang enak.
Berdasarkan hasil
analisa data yang dilakukan dengan Friedman
test diperoleh untuk hasil Rang
nilai dari merk-A = 2.29, merk-B = 1.96 dan merk-O = 1,75 yang artinya air Aqua
memperoleh nilai yang tinggi dibandingkan dengan air Pelanggi dan tanpa merk.
Namun berdasarkan
nilai statistik diperoleh nilai P=0,167. Artinya P(0,167) > 0,05 = Tidak
Signifikan. Hal ini disebabkan oleh faktor-faktor yang berperan pada persepsi,
seperti:
1.
Familiaritas; objek-objek yang sudah dikenal akrab akan
lebih mudah dipersepsi dari pada objek-objek yang baru atau masih asing
dikarenakan orang cenderung dengan mudah menginterprestasi sesuatu yang dia
sering lihat dan dalam faktor ini oang cenderung memberikan penilaian bahkan
sebelum mencobanya atau menilainya.
2.
Ukuran; Objek-objek yang ditampilkan dengan ukuran besar
akan lebih mudah dipersepsi atau dikenali dari pada yang berukuran kecil.
Karena sebelum melakukan persepsi ada peroses indrawi diantaranya melihat
sehingga objek yang besar akan muda terlihat sehingga orang dengan muda
mempresepsikan objek tersebut.
3.
Intensitas; Objek-objek
yang memiliki warna tajam atau mencolok akan lebih mudah dikenali dari pada
obek-objek yang memiliki warna tipis atau kurang tajam. Karena objek yang
mencolok akan terlihat menonjol diatara yang objek yang lain yang berwarna
tipis atau kurang mencolok
4.
Gerak; objek-objek yang bergerak cenderung lebih mudah
dipersepsi dari pada objek yang diam dan pasif. Pada saat objek bergerak secara
tidak langsung objek tersebut menunjukan ciri khasnya sehingga orang akan mudah
mempresepsikanya contonya antara kelinci dan anak kangguru, kedua hewan ini
akan sulit dipersepsi ketika dalam keadaan pasif tapi ketika keduanya aktif
maka orang kan cenderung mudah untuk mempresepsikannya.
Dapat dijelaskan lebih lanjut bahwa persepsi
seseorang terhadap suatu merk itu dipengaruhi familiaritas objek tersebut,
contohnya dalam eksperimen kali ini yaitu memberikan penilaian terhadap tiga
jenis air mineral yang terdiri dari tiga merk dan kebanyakan subjek mengatakan
bahwa merk-A lebih baik dari merk yang lainnya ini dikarenakan merk-A termasuk merek
yang sudah familiar bagi subjek, walaupun tanpa merasakannya orang-orang akan
cenderung dengan mudah mengatakan bahwa merk- A sangat enak dari pada merk yang
lain.
IX. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil
analisa data yang dilakukan dengan Friedman test dalam eksperimen ini, maka
diperoleh nilai P=0,167. Artinya P(0,167) > 0,05 = Tidak Signifikan, yang
berarti bahwa tidak ada pengaruh perbedaan yang signifikan antara persepsi
seseorang terhadap merk-A, merk-B dan merek-C. Maka hipotesis yang mengatakan
bahwa ada pengaruh merk terhadap persepsi seseorang tidak diterima.
X.
OBSERVASI DALAM
EKSPERIMEN
1.
Eksperimentee 1: Nenik
Santika
Selama
percobaan berlangsung eksperimentee terlihat senang dan ketika eksperimentee
selesai meminum air mineralnya sesekali eksperimentee tersenyum sambil menatap
kesamping tembok dan ketika ditanya air mana yang disukai, eksperimentee
menyebutkan bahwa air merk-O lebih disukai dibangdingkan air merk lainnya.
2. Eksperimentee 2: Fira
Selama percobaan berlangsung
eksperimentee terlihat tegang, itu terlihat dari keseriusan eksperimentee
mendegarkan instruksi dari eksperimenter dan sesekali eksperimentee tersenyum
sipu dan ketika ditanya air merk mana yang paling disukai, eksperimentee
menjawab air merk-B.
XI.
KEGUNAAN
SEHARI-HARI
1. Percobaan
persepsi dapat digunakan ketika seseorang membeli kue coklat, orang yang suka
coklat akan langsung mebeli kue coklat karena semua olahan coklat menurutnya
semuanya pasti enak.
2. Percobaan
persepsi dapat digunakan pada saat kita kuliah, kita akan mengunakan persepsi
kita untuk bertanya atau menjawab pertanyaan saat proses kuliah.
3. Percobaan
persepsi dapat digunakan pada saat cuaca mendung, kita akan mempresepsikan
bahwa ketika cuaca mendung pertanda akan turun hujan.
Yogyakarta, 8 desember 2014
Eksperimenter,
Nelam Rosa
Nilai :
Asisten : Ais Noo Hidayati
DAFTAR PUSTAKA
Atkinson, R, L & Atkinson. R. C. (2010). Pengantar Psikologi. Jakarta: Erlangga
Suharnan. (2011). Psikologi
Kognitif. Surabaya: Srikandi.
Widiana,
H. S & Kushartati, S. (2009). Petunjuk Praktikum Psikologi Eksperimen.
Yogyakarta: Laboraturium Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Ahmad Dahlan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar